Kamis, 07 Mei 2015

Nikmatnya Beryukur dan Bersabar

        Allah selalu memberikan hambanya dengan ujian dimana hambanya diuji dengan ujian yang menyenangkan maupun ujian yang tidak menyenangkan. pada saat hambanya nya diuji dengan ujian yang menyenangkan, sebagian dari mereka ada yang saking senangnya mereka, hingga mereka lupa kepada allah dan banyak dari mereka yang tidak bersyukur kepada allah atas kenikmatan yang telah diberikan allah kepadanya. Dalam Surah Saba’ disebutkan bahwa orang-orang yang bersyukur itu sedikit :


 وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ .....

“...Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang pandai bersyukur.” (Q.S. Saba’ [34]: ayat 13) Islam selalu mengajarkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT. 

Allah SWT. berfirman :
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ 
“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu,dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu kufur terhadap (nikmat)-Ku.” (QS. Al-Baqarah (2) : 152)

Rasa syukur itulah yang dapat membuat seorang hamba menjadi sadar dan termotivasi untuk terus beribadah kepada Allah. Syukur itu dilakukan dengan hati yang berupa pengakuan atas kenikmatan yang telah didapatkan, dengan lisan berupa dzikir dan pujian , dan dengan perbuatan berupa ketaatan kepada Allah SWT. yaitu mentaati perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.



 Ketika hamba-Nya diuji dengan ujian yang tidak menyenangkan seperti ujian kesulitan,  terkena penyakit, kehilangan , kemiskinan dan ditimpa suatu musibah lainnya maka kebanyakan dari kita, akan merasa begitu sulit menerimanya dan sulit untuk bisa bersabar. Namun, Kita harus melatih diri kita untuk bisa menerima ujian yang diberikan Allah, baik berupa ujian yang menyenangkan maupun ujian yang tidak menyenangkan. Bagaimana seseorang bisa dikatakan sabar jika orang tersebut tidak diuji terlebih dahulu. Allah tidak akan memberikan cobaan/ ujian yang diluar kemampuan batas seseorang. Allah akan memberikan pahala kepada orang yang mau bersabar. Sebagaimana Firman Allah SWT :


وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِينَ صَبَرُوا أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (an- Nahl: 96)

وَاسِعَةٌ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“…Sesungguhnya, hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)



                 Oleh karena itu yakinlah, bahwa semua ujian yang pahit tidak mungkin diujikan Allah jika ujian yang diujiankan kepada kita diluar kemampuan batas kita. Allah sangat memahami dan lebih mengerti akan kekuatan dan kemampuan hamba-Nya. Allah tidak asal memilih seorang hamba-Nya untuk diuji. Karenanya, kita sebagai hamba-Nya harus mau mentaati perintah-Nya dan menjauhi Larangan-Nya serta terus bersabar dalam menerima cobaan dan terus bersyukur atas nikmat dan karunia yang telah diberikan Allah SWT. kepada kita semua.